Lalu, dari mana saja mereka datang? Rata-rata pemudik yang kembali membanjiri Jakarta ini berasal dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Sebaliknya, tujuan favorit saat mudik dulu seperti Yogyakarta, Surabaya, atau Bandung kini berganti menjadi titik awal perjalanan pulang mereka.
Menyikapi lonjakan ini, KAI Daop 1 Jakarta tak tinggal diam. Mereka mengerahkan total 88 perjalanan kereta api jarak jauh. Rinciannya, ada 68 KA reguler yang tetap jalan, ditambah 13 KA tambahan yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan 7 lagi dari Pasar Senen.
“Komitmen kami jelas,” tegas Franoto.
“Di masa arus balik seperti ini, pelayanan terbaik adalah prioritas mutlak. Keselamatan, ketepatan waktu, dan tentu saja kenyamanan perjalanan jadi hal yang kami utamakan untuk semua pelanggan.”
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat