Sehari sebelumnya, Netanyahu sudah lebih dulu berada di Dimona. Di sana, ia mendesak warganya untuk selalu waspada. Instruksinya sederhana: patuhi peringatan dari Komando Pertahanan Dalam Negeri dan segera cari perlindungan begitu sirene berbunyi.
"Seluruh bangsa adalah garis depan, seluruh garda terdepan adalah garis depan," katanya, mencoba menyatukan semangat.
Lalu ia menambahkan, agak mendesak, "Jadi tolong lakukan ini dan ini adalah perintah."
Suasana di kedua kota itu, tentu saja, mencekam. Kunjungan Netanyahu memberi kesan bahwa pemerintah berada di garis terdepan bersama warganya. Namun di balik itu, ancaman balasan yang lebih keras sepertinya sedang disiapkan. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat