Namun begitu, dia menegaskan bahwa ketersediaan BBM, LPG, hingga batu bara untuk pembangkit listrik dalam kondisi aman hingga Lebaran. Stok energi nasional, katanya, masih sesuai standar.
Imbauan Hindari Puncak Arus Balik
Di sisi lain, terkait arus balik, pemerintah punya imbauan khusus. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta para pemudik untuk menghindari hari-hari puncak yang diprediksi jatuh pada 24, 28, dan 29 Maret. Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan masa work from anywhere (WFA) yang diimbau pemerintah.
“Kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere,”
kata Dudy dalam keterangan pers, Senin (23/3).
Prediksi puncaknya sendiri agak bervariasi. Berdasarkan data Jasamarga, Selasa (24/3) diprediksi sebagai puncak dengan volume lebih dari 285 ribu kendaraan angka yang bahkan lebih tinggi dari puncak arus mudik.
Namun, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho punya pandangan lain. Dia menyebut puncak arus balik mungkin terjadi dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 24, 28, dan 29 Maret.
“Kami memperkirakan tiga hari tersebut akan menjadi puncak. Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan berkeselamatan,”
ujar Agus.
Secara keseluruhan, kondisi lalu lintas hingga dua hari setelah Lebaran dilaporkan masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan, terutama di kawasan aglomerasi seperti Semarang Raya hingga Jabodetabek, serta di sejumlah destinasi wisata seperti Bali dan Malang. Tapi semuanya masih bisa dikelola dengan baik. Begitu kata pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Persiapan Sterilisasi Jalur Tol Cipali Jelang Pemberlakuan Sistem Satu Arah ke Jakarta
Sejumlah Bank Tetap Buka dengan Jam Terbatas Selama Libur Lebaran 2026
TMII Catat 18.000 Pengunjung di Hari Libur Lebaran, Target Harian 21.000
Fokus Timnas Indonesia Beralih ke FIFA Series Usai Laga Klub Para Pemain