Maka, tugas kita semua adalah menjaga harmoni itu agar tetap hidup. Kerukunan harus ditumbuhkan di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Menebar kebajikan kepada sesama makhluk Tuhan itulah intinya.
Dia lalu menekankan, sikap saling menghormati sejatinya adalah cerminan Muslim sejati. Keberagaman dalam segala hal, menurutnya, adalah fakta yang tak terbantahkan. Bahkan, itu adalah sunnatullah.
"Bentuk kebhinekaan yang paling nyata terlihat pada pikiran, budaya, bahasa, ras, suku, hingga agama dan kecenderungan politik," tutur Rais Syuriah PBNU itu.
Di akhir pernyataannya, dia menyampaikan pesan yang terdengar seperti sebuah renungan. Biarlah perbedaan keyakinan itu ada. Biarlah setiap orang punya cara berdoanya sendiri. Biarlah Tuhan disebut dengan berbagai nama dan dilukiskan dalam beragam bentuk.
"Biarlah kemuliaan Tuhan dinyanyikan dalam semua bahasa, dalam segala lagu. Biarlah semua tumbuh subur," katanya.
Lalu dia menutup dengan kalimat yang dalam: "Karena yang kita cari sesungguhnya adalah rahmat Tuhan."
Artikel Terkait
Hindari Macet Puncak, Warga Ibu Kota Ramai-ramai Pilih Ancol di Hari Kedua Lebaran
Bekal Sisa Lebaran Warnai Piknik Keluarga di Ancol
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Lombok Diprediksi 29 Maret
Ancol Jadi Pilihan Warga Hindari Macet dan Boros Saat Libur Lebaran