BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik Lebaran 2026

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:15 WIB
BNPB Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik Lebaran 2026

Jakarta bersiap. Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, ancaman cuaca ekstrem justru mengintai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja merilis peringatan dini untuk tiga hari ke depan. Meski hujan ringan akan mendominasi, waspadai peningkatan intensitasnya di puluhan provinsi yang bisa mengganggu perjalanan pulang kampung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan daftar wilayah yang perlu siaga.

"Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua," ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/3/2026).

Tak cuma itu. Status siaga hujan lebat juga berlaku untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Papua Selatan. Di sisi lain, ancaman angin kencang diperkirakan bakal menerpa wilayah lain, mulai dari Aceh, Kepulauan Riau, hingga ke daerah Papua Pegunungan.

Situasi ini membuat BNPB angkat bicara. Mereka mendesak pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering, harus ditingkatkan.

Abdul Muhari punya sejumlah pesan khusus bagi para pemudik. Menurutnya, kunci utamanya adalah persiapan dan kewaspadaan selama di perjalanan.

"Untuk kenyamanan dan keamanan saat mudik lebaran, selalu pantau kondisi cuaca dan jalur rawan longsor, apabila menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, jika menggunakan transportasi umum, agar selalu menjaga keamanan diri dan barang bawaan," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan mandiri. Ini bukan sekadar imbauan biasa. Setiap pemudik disarankan menyiapkan tas siaga bencana lengkap dengan obat-obatan pribadi. Dan yang tak kalah penting: hindari tempat-tempat berisiko saat cuaca sedang tidak bersahabat.

"Sediakan tas siaga bencana termasuk obat-obatan pribadi. Hindari parkir atau berteduh di bawah pohon atau baliho jika kondisi angin kencang atau hujan, hindari parkir di bawah objek yang berisiko tumbang. Simpan kontak darurat penanganan bencana dan keadaan darurat lainnya," pesan Abdul.

Jadi, buat yang hendak mudik, bersiap-siaplah. Perjalanan mungkin akan lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi dengan persiapan matang dan informasi yang terus dipantau, mudik tetap bisa dilakukan dengan lebih aman.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar