Hari Raya Idulfitri, menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, lebih dari sekadar hari kemenangan. Momen ini adalah perekat kebersamaan untuk seluruh bangsa. Dan di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, rasa kebersamaan ini bukan cuma penting buat masyarakat, tapi harus benar-benar dipegang oleh para pemimpin.
Pernyataan itu ia sampaikan lewat keterangan tertulis pada Sabtu (21/3/2026), usai menunaikan salat Id di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor.
"Secara nasional, tantangan kita memang banyak," ujarnya.
Namun begitu, Bima yakin. "Dengan kebersamaan kita, dengan tradisi kita yang selalu menguatkan ikatan itu, semua bisa kita lewati."
Di sisi lain, ia tak lupa mengapresiasi sinergi yang terjalin di Kota Bogor, tempat ia pernah memimpin. Kerja sama antara ulama dan umara, antara pemimpin agama dan pemerintah, disebutnya sebagai contoh nyata yang patut dijaga. Bogor dengan udaranya yang sejuk dan masyarakatnya yang terkenal guyub, punya kekuatan sosial luar biasa. Itu adalah energi positif yang, menurut Bima, harus terus dirawat untuk menjawab tantangan ke depan.
Artikel Terkait
Pedagang Bakso di Jakarta Selatan Pilih Berjualan Saat Lebaran, Baru Mudik Usai Liburan
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Disambut Hangat Warganet
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang
Putin Janjikan Dukungan Rusia kepada Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah