Nah, soal asal-usulnya, ada cerita menarik. Ternyata, ungkapan ikonik ini bukan berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW. Abdul Mu'ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, mengungkapkan asal-muasalnya.
"Secara kultural tiap kali Idul Fitri kita mengucapkan 'minal aidin wal faizin', ini ungkapan yang berasal dari penyair Andalusia, penyair Spanyol, yang merayakan kegembiraan bersama dengan para perempuan Andalusia pada waktu itu," terang Mu'ti.
Penyair itu adalah Shafiyuddin al-Hilli. Dari syair dan kegembiraan perayaan di Andalusia, ucapan itu kemudian menyebar, diadopsi, dan akhirnya mengakar kuat dalam tradisi umat Islam di berbagai penjuru, termasuk Indonesia.
Meski bukan bagian dari teks ajaran formal, esensinya sejalan dengan semangat Idulfitri. Tidak bertentangan. Justru ia menjadi bukti kekayaan budaya Islam yang menyerap dan merayakan kebaikan dari berbagai peradaban.
Pada akhirnya, "minal aidin wal faizin" lebih dari sekadar kata. Ia adalah cermin harapan kolektif. Sebuah ikhtiar untuk kembali suci, dan merayakan kemenangan sekecil apa pun atas diri sendiri. Selamat Hari Raya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Open House Idulfitri Khusus untuk Masyarakat Umum
Kemacetan Parah Landa Tol Jagorawi Sore Ini, Genangan Air di Cibubur Perburuk Arus Lalu Lintas
Menteri PU Dody Hanggodo Sambut Lebaran dan Tinjau Dampak Bencana di Aceh Tamiang
Sandiaga Uno dan Majelis Taklim Salurkan Bantuan ke 100 Keluarga di Kepulauan Seribu