Seperti tahun-tahun sebelumnya, suasana di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, ramai oleh peziarah di Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini memang sudah mengakar. Usai menunaikan Salat Id dan bersilaturahmi halalbihalal, banyak orang menyempatkan diri untuk mengunjungi makam keluarga.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (21/3/2026) menunjukkan antrean kendaraan yang mengular. Kendaraan roda dua dan empat bergerak pelan memasuki area pemakaman. Peziarah berdatangan, ada yang sendirian, ada pula yang datang berombongan. Di tangan mereka, bunga-bunga segar siap ditaburkan di nisan yang dituju.
Cuaca terik siang itu tak menyurutkan niat. Di antara kerumunan, terlihat wajah-wajah khidmat. Mereka berdoa, membersihkan nisan, atau sekadar berdiam diri mengenang orang-orang tercinta yang telah pergi lebih dulu.
Salah satunya adalah Suparno. Dia rela menempuh perjalanan jauh dari Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Butuh waktu sekitar tiga jam baginya untuk sampai ke Tanah Kusir.
"Tadi berangkat jam 10.00 WIB ini baru sampai, macet banget di jalan,"
Ucapnya. Bagi Suparno, ini adalah ritual tahunan yang tak pernah terlewat. Selain untuk mendoakan, dia juga merapikan makam sebagai bentuk penghormatan.
"Iya pasti setiap tahun abis salat ke sini,"
Katanya lagi.
Cerita serupa datang dari Rahmat, peziarah lain yang ditemui. Baginya, urutannya jelas: salat Ied dulu, lalu bermaaf-maafan dengan tetangga sekitar, baru setelah itu meluncur ke Tanah Kusir.
"Iya tadi abis salat, maaf-maafan sama tetangga, langsung ke sini,"
tutur Rahmat. Rupanya, bagi banyak orang, ziarah makam adalah penutup yang sempurna dari rangkaian hari raya. Sebuah momen untuk mengingat, sekaligus merenung, di tengah euforia kemenangan.
Artikel Terkait
Golkar Bantah Candu Kekuasaan, Sebut Pemerintahan Justru Butuh Kehadiran Mereka
Brasil Hajar Haiti 3-0, Pastikan Lawan Jadi Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Titiek Soeharto Tinjau Transformasi Nusakambangan Jadi Pulau Kemandirian dan Pusat Keterampilan Napi
Pemerintah Eksekusi dan Tata Ulang Kawasan Hotel Sultan demi Optimalisasi Aset Negara Senilai Rp17,87 Triliun