Warga Antusias Antre Jelang Open House Istana, Satu Orang Pingsan karena Kelelahan

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:05 WIB
Warga Antusias Antre Jelang Open House Istana, Satu Orang Pingsan karena Kelelahan

Jelang acara open house, suasana di sekitar Istana Negara Jakarta mulai ramai. Warga berdatangan, memenuhi trotoar di depan Gerbang Kemensetneg. Antreannya sudah mengular, tak sabar menunggu pintu dibuka.

Pantauan di lokasi pada Sabtu siang, sekitar pukul setengah satu, memperlihatkan antrean itu memanjang hingga sekitar 70 meter. Mereka menunggu di bawah tenda-tenda yang disiapkan pemerintah. Kerumunan itu beragam banget ada anak muda, keluarga dengan balita, sampai para orang tua yang tampak antusias.

Di sisi lain, petugas terus mengimbau lewat pengeras suara. "Mohon bersabar dan tetap waspada," begitu kira-kira pesannya, sambil mengingatkan jaga barang bawaan masing-masing. Suasana memang cukup padat.

Sayangnya, dalam kerumunan itu ada satu kejadian yang cukup menyita perhatian. Seorang warga dilaporkan pingsan karena kepanasan dan kelelahan menunggu. Beberapa petugas kepolisian langsung sigap membopongnya menuju ambulans yang sudah siaga di dekat gerbang.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sudah memberi konfirmasi soal acara ini. Gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan Jakarta memang digelar hari ini, mulai selepas salat Zuhur.

“Kita buka setelah salat zuhur. Mungkin jam 12, jam 1, silakan. Kapasitasnya ya 5 ribuan mungkin seperti tahun lalu lah, gitu. Tentunya kita siapkan di dalam, nanti bila tidak muat, di luar juga sudah disiapkan oleh Pak Mensesneg, tenda, kemudian ya nanti bergantian masuk gitu kan,”

Ucap Teddy saat ditemui di Medan, Jumat malam kemarin.

Menurutnya, acara ini akan berlangsung dari siang hingga menjelang magrib. Teddy pun mengajak masyarakat untuk datang bersama keluarga sambil menyambangi Istana dalam suasana Lebaran. “Mau bawa satu keluarga, mau mampir ke Istana dipersilakan,” lanjutnya. Rupanya, tradisi silaturahmi di istana tetap jadi magnet yang kuat bagi banyak orang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar