Menurut Devi, pengalaman seperti ini jarang sekali terjadi. Jarak yang sama di hari biasa bisa memakan waktu berlipat-lipat lebih lama.
"Keren, coba setiap hari begini. Pasti enggak akan telat kerja," tambahnya sambil tertawa.
Dengan kondisi jalan yang lancar, hidup terasa lebih mudah. Tak perlu buru-buru menyiapkan diri dari pagi buta, atau bersiap-siap menahan emosi di tengah kemacetan yang bikin gerah.
"Enggak perlu emosi, enggak perlu prepare dua jam sebelum jalan. Enggak perlu gerah di jalan, karena kalau cepat angin semua," pungkas Devi menggambarkan kenyamanan yang sederhana namun sangat berarti.
Jakarta yang lenggang, meski hanya sesaat, memberikan secercah gambaran tentang betapa nikmatnya kota ini ketika tak sesak oleh kendaraan. Sebuah anomali yang disambut dengan senyum lega oleh mereka yang masih tinggal.
Artikel Terkait
Prabowo Salat Id dan Tinjau Huntara Aceh, Klaim Pemulihan Bencana Capai 100 Persen
Lebaran, 8.872 Warga Binaan di Jateng Dapat Remisi, 57 Langsung Bebas
Gus Ipul Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Sentuh Bansos dan Kebutuhan Dasar
Wali Kota Makassar dan Jajaran Berbaur dengan Warga dalam Salat Idulfitri di Karebosi