"Dan perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan ini sejak awal luar biasa. Tekad Presiden untuk kembali membangun Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menjadi provinsi yang kembali seperti sediakala juga sudah dilakukan dengan baik. Sekarang ini sedang dalam proses," ujarnya.
Lebih lanjut, Muzani menambahkan poin penting. Kehadiran itu simbol kebersamaan.
"Hari ini Presiden bersalat di sana untuk menunjukkan solidaritas, kebersamaan dengan sahabat-sahabat, saudara-saudara di Aceh yang sampai sekarang masih tinggal di berbagai macam tempat hunian sementara," tambahnya.
Jadi, momen religius itu sarat makna. Di balik ritual keagamaan, terselip pesan empati dan komitmen untuk bangkit bersama. Sebuah isyarat politik yang humanis, jika boleh dikatakan demikian.
Artikel Terkait
Kemacetan Panjang Landa Tol Jagorawi, Volume Kendaraan Meningkat Jadi Pemicu
Jakarta Lenggang, Perjalanan Depok-Jakarta Hanya 20 Menit Saat Gelombang Mudik
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Menteri Dilarang Wajibkan Halalbihalal
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Jaga Keamanan dan Arus Mudik Lebaran