Wapres Gibran Hadiri Salat Id di Istiqlal, Ditemani Putra dan Sejumlah Pejabat

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:10 WIB
Wapres Gibran Hadiri Salat Id di Istiqlal, Ditemani Putra dan Sejumlah Pejabat

Sabtu pagi itu, udara di sekitar Masjid Istiqlal sudah ramai. Tepat pukul 06.47 WIB, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun tiba untuk menunaikan salat Idul Fitri 1447 H. Ia tampak mengenakan setelan baju berwarna putih krem yang sederhana.

Yang menarik, Gibran tidak datang sendirian. Ia ditemani oleh anaknya, Jan Ethes Sinarendra, yang juga memakai pakaian dengan warna senada. Mereka berdua langsung menuju ke dalam masjid.

Di dalam, posisi duduk Gibran berada di antara Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Di kepalanya, terlihat peci hitam yang melengkapi penampilannya pagi itu.

Menurut pantauan di lokasi, sejumlah pejabat tinggi negara lain juga hadir. Mereka hadir satu per satu, mengisi shaf-shaf yang tersedia. Ada Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Tak ketinggalan, Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang dan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra juga terlihat.

Lalu, masih ada lagi. Tampak menyusul hadir Rahmat Bagja dari Bawaslu dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Kemudian, Menteri PPN Rachmat Pambudi hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut memadati tempat ibadah nasional tersebut.

Salat Id sendiri rencananya baru akan dimulai pukul 07.00 WIB. Tema yang diangkat kali ini cukup menggugah, 'Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan'.

Yang bertindak sebagai khatib adalah Prof Noorhadi Hasan, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sementara untuk petugas salat, Ahmad Husni Ismail akan menjadi imam, dengan Ahmad Rofiuddin Mahfudz sebagai Badal Imam.

Lalu, tugas bilal dipegang oleh ustaz Harmoko dan ustaz Ahmad Achwani. Mereka semua bersiap memimpin ribuan jemaah yang memadati pelataran dan ruangan dalam masjid.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar