Gedung Putih Klaim Militer AS Siap Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:05 WIB
Gedung Putih Klaim Militer AS Siap Kuasai Pulau Kharg Kapan Saja

Memang, pulau kecil di Teluk Persia ini bukan sembarang tempat. Sekitar 90% ekspor minyak Iran bermuara di sini. Serangan udara AS dan Israel sebelumnya sudah menyasar instalasi militer di sana. Tapi invasi darat? Itu cerita lain yang jauh lebih berisiko. Langkah itu akan menempatkan pasukan AS dalam posisi yang sangat rentan, berada dalam jangkauan serangan langsung Iran.

Di sisi lain, militer AS dikabarkan sudah menyetujui penambahan pasukan di kawasan itu. Seorang pejabat tinggi pemerintahan Trump memberi penjelasan blak-blakan soal rencana pembukaan Selat Hormuz.

"Jika [Trump] memutuskan untuk melakukan invasi pantai, itu akan terjadi. Tetapi keputusan itu belum dibuat," katanya.

Trump sendiri sebelumnya sudah melontarkan ancaman terbuka. Lewat unggahan di media sosial, ia menyombongkan serangan bom yang ia klaim sebagai salah yang paling dahsyat di Timur Tengah, yang menghancurkan target militer di Pulau Kharg yang ia sebut "permata mahkota" Iran. Ia juga tak segan mengancam akan menyerang infrastruktur minyak pulau itu lebih lanjut.

Semua pernyataan ini menggambarkan ketegangan yang makin memanas. Di satu sisi, ada kepercayaan diri yang terkesan menggertak. Di sisi lain, ada risiko perang terbuka yang konsekuensinya tak terbayangkan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar