Namun begitu, arus secara umum masih bisa dikatakan lancar. Penerapan sistem satu arah atau one way memang diberlakukan di beberapa titik. Tapi bagi Ahmad, rekayasa lalu lintas itu belum tentu solusi tercepat.
“Lebih lambat, karena di bawah banyak kendaraan lain,” ungkapnya. Maksudnya, meski satu arah, volume kendaraan yang sedemikian tinggi tetap membuat laju bus tak bisa maksimal.
Di balik setir, ia dan rekan-rekan sopir lainnya terus melaju. Mereka adalah pengantar kebahagiaan orang lain, sambil menyimpan rindu untuk keluarga di rumah. Itulah harga yang harus dibayar, demi memastikan setiap pemudik tiba dengan selamat di tujuan.
Artikel Terkait
Napoli Geser AC Milan dari Posisi Kedua Usai Menang Tipis atas Cagliari
Wapres Gibran Hadiri Salat Id di Istiqlal, Ditemani Putra dan Sejumlah Pejabat
Gubernur DKI Pramono Anung dan Wapres Maruf Amin Pimpin Salat Id di Balai Kota
Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Dimulai 24 Maret