Setiap makanan yang masuk akan diperiksa petugas. Alat makan seperti pisau, garpu, atau piring kaca termasuk barang terlarang. "Boleh membawa makanan kesukaan, tapi semuanya harus diperiksa," tegas Azhari.
Di sisi lain, tidak semua orang bisa masuk. Hanya keluarga inti yang punya hubungan darah dengan warga binaan, dan harus bisa membuktikannya dengan identitas yang sah. Syarat lengkapnya bisa dicek di situs resmi. "Yang jelas masih ada hubungan keluarga," katanya.
Untuk kenyamanan, pihak lapas sudah menyiapkan tenda sebagai area tunggu bagi keluarga yang datang. Beberapa lokasi seperti Lapas Narkotika Cipinang dan Lapas Kelas I Cipinang, misalnya, terpantau sudah mendirikan tenda sejak sebelum hari H.
Secara keseluruhan, ada 13 satuan kerja pemasyarakatan di Jakarta. Tiga di antaranya adalah rutan, dan semuanya turut menyediakan layanan kunjungan Lebaran ini. Langkah ini diharapkan bisa sedikit menghangatkan suasana hari raya bagi mereka yang harus menjalani masa hukuman.
Artikel Terkait
Bos Arisan di Cianjur Dicokok, 400 Warga Rugi Rp 500 Juta Lebih
BMKG Prakirakan Jakarta Berawan Tebal Sepanjang Hari, Berpotensi Hujan Ringan Sore hingga Malam
Gema Takbir Akbar Nasional di Istiqlal Sambung ke Masjid MABIMS dan IKN
Umat Islam Serentak Gelar Salat Idul Fitri, Ini Bacaan Niat dan Tata Caranya