Sebuah tas hijau yang tergantung di toilet Stasiun Citayam, Depok, menyimpan tragedi yang memilukan. Di dalamnya, petugas menemukan jasad seorang bayi perempuan. Kejadian ini sudah berlangsung sejak Senin (1/12) sore lalu, namun baru terungkap ke publik.
Yang membuat hati semakin trenyuh, ada secarik kertas yang diselipkan bersama bayi malang itu. Surat itu diduga kuat ditulis oleh orang tuanya.
AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok, membenarkan temuan surat tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (5/12/2025).
"Saat dilakukan pemeriksaan di dalam tas, ditemukan sebuah surat. Diduga surat tersebut ditulis oleh orang tua bayi," ujarnya.
Isinya sungguh menyayat. Sang penulis, yang mengaku sebagai orang tua, memohon dengan sangat kepada siapa pun yang menemukan bayinya untuk menguburkannya secara layak. Ada pengakuan pilu tentang kegagalan dan rasa bersalah yang mendalam.
"(Isi surat) 'Tolong bantu saya, siapapun anda. Kuburkan anak saya dengan layak. Maafkan saya, saya tidak mampu menjadi anak yang baik. Saya gagal merawat putriku ini',"
Begitu kira-kira bunyi pesan dalam surat itu, seperti ditirukan oleh AKP Made Budi. Kalimat-kalimat pendek itu terasa berat, penuh keputusasaan. Seolah semua jalan sudah buntu.
Kasus ini tentu meninggalkan banyak tanda tanya. Namun begitu, di balik semua itu yang paling menyentuh adalah narasi kesedihan seorang manusia yang merasa telah gagal total. Sebuah permintaan tolong yang bisu, tertinggal di sudut toilet stasiun yang ramai.
Artikel Terkait
Komnas HAM Terancam Deadlock, DPR Didorong Segera Isi Kursi Kosong
Komnas HAM Beroperasi dengan Satu Kursi Kosong, Kinerja dan Legitimasi Terancam
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami