Gubernur DKI: Konser 1000 Bedug di Bundaran HI Perkuat Harmoni Sosial

- Jumat, 20 Maret 2026 | 23:15 WIB
Gubernur DKI: Konser 1000 Bedug di Bundaran HI Perkuat Harmoni Sosial

Suara gemuruh mengisi udara malam di Bundaran HI. Bukan deru kendaraan, melainkan tabuhan khas dari seribu bedug yang menggelar konser kolosal menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara yang digelar Pemprov DKI ini memang jadi salah satu puncak perayaan lebaran di ibukota, menarik ribuan pasang mata.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir di tengah keriuhan. Dalam sambutannya, Jumat (20/3/2026) malam itu, ia menekankan bahwa acara ini jauh lebih dari sekadar tontonan.

"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan gema takbir yang aman dan nyaman," ujar Pramono.

Ia melihatnya sebagai cerminan semangat kebersamaan warga Jakarta yang masih kuat, meski hidup di kota metropolitan.

Menurut penjelasannya, seribu bedug itu bukan datang dari satu tempat. Mereka dikumpulkan dari 261 kelurahan se-Jakarta, bahkan ada yang dari Banten dan Sumatera Barat. Jadi, ada nuansa kebinekaan dalam setiap pukulannya. Selain dentuman bedug, suasana makin meriah dengan pawai obor yang diikuti sekitar lima ribu orang dan parade mobil hias yang penuh warna.

Dan tentu saja, ada daya tarik lain: pertunjukan air mancur 'Jakarta Rhythm of the Fountain'. Cahaya dan air menari-nari, menambah magisnya malam takbiran bagi keluarga yang memadati kawasan itu.

Pramono sengaja ingin menjadikan Bundaran HI sebagai ruang interaksi sosial. Tempat orang bisa jalan-jalan santai dengan keluarga, menikmati hiburan, dan sekaligus merasakan kehangatan kebersamaan di malam yang spesial ini. Baginya, acara semacam ini punya dampak yang lebih dalam.

Ia menilai gelaran ini mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Jakarta yang beragam. Apalagi, tahun ini momennya terasa lebih istimewa karena beririsan dengan peringatan Hari Raya Nyepi.

"Ini menjadi pengingat bahwa Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Pramono tak lupa mengapresiasi warganya. Ia berterima kasih karena suasana Jakarta tetap kondusif sepanjang Ramadan. Sekaligus mengingatkan untuk menjaga keadaan itu.

"Jaga Jakarta, tetap tertib, aman, dan bersih agar kota ini tetap nyaman bagi semua," tutupnya. Pesan sederhana di tengah gemuruh takbir dan bedug yang perlahan mereda.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar