Istirahat dan Peregangan: Jangan Dipaksakan
Ini poin yang sering dilanggar: istirahat. Jangan sungkan untuk berhenti. Pengemudi mobil disarankan beristirahat setiap empat jam, sementara pengendara motor lebih baik berhenti setiap dua jam. Dengarkan sinyal tubuh. Kalau sudah sering menguap, sulit fokus, atau kelopak mata terasa berat, segera cari tempat untuk berhenti. Manfaatkan rest area atau posko mudik. Istirahat 20 menit sambil melakukan peregangan ringan bisa membuat otot lebih relaks.
Menurut dr. Ega, keluhan yang paling sering muncul saat mudik adalah nyeri pinggang. Duduk terlalu lama dalam posisi statis bikin otot dan sendi bekerja terus, alhasil aliran darah kurang optimal.
Jangan lupakan kaki. Dr. Ega mengingatkan agar kaki diluruskan setidaknya setiap satu jam. Kalau terlalu lama ditekuk, peredaran darah melambat dan kaki jadi pegal. Bagi pengguna mobil, berhenti maksimal setiap tiga jam untuk berdiri dan berjalan sebentar sangat dianjurkan agar darah tidak menumpuk di kaki.
Siapkan Obat-obatan Pribadi
Terakhir, siapkan obat-obatan pribadi. Ini penting, apalagi jika punya kondisi kesehatan khusus. Simpan obat rutin di tempat yang mudah dijangkau. Bawa juga obat untuk antisipasi, seperti obat mabuk perjalanan, mual, atau minyak angin. Persiapan kecil ini bisa jadi penyelamat di tengah perjalanan.
Intinya, mudik itu tentang perjalanan pulang yang penuh sukacita. Dengan menjaga tubuh tetap bugar, momen berkumpul dengan keluarga di kampung halaman akan terasa lebih bahagia dan bermakna. Selamat mudik, dan sampai dengan selamat.
Artikel Terkait
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026
Elnusa Petrofin Kerahkan 1.885 Mobil Tangki Dukung Distribusi BBM Saat Mudik
Polres Metro Depok Amankan 13 Pelaku dan Sita 4.066 Butir Tramadol
Menteri Apresiasi Kelancaran Mudik dan Program Gratis Polri Jelang Lebaran