Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak

- Rabu, 18 Maret 2026 | 02:30 WIB
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak

Gelombang pertama berasal dari cadangan sektor swasta, setara dengan konsumsi minyak selama 15 hari. Tidak berhenti di situ. Pemerintah bakal melepas cadangan miliknya sendiri setara 30 hari konsumsi pada akhir bulan ini.

Kalau dijumlahkan, totalnya sekitar 80 juta barel minyak atau setara konsumsi domestik selama 45 hari akan mengalir ke pasar secara bertahap. Angka yang fantastis. Cadangan pemerintah sendiri sebenarnya masih sangat besar, tersimpan di 10 lokasi seperti Hokkaido hingga Kagoshima, cukup untuk kebutuhan 146 hari.

Dilema Logistik dan Kapal Raksasa

Di balik angka-angka besar itu, terselip persoalan teknis yang pelik. Pemerintah kini sedang sibuk mempersiapkan penjualan sebagian cadangan itu ke perusahaan penyulingan. Soalnya, minyak yang disimpan masih dalam bentuk mentah. Artinya, ia harus diangkut dulu menggunakan kapal tanker besar menuju kilang-kilang pengolahan.

Di sinilah kebutuhan akan kapal berukuran raksasa menjadi krusial. Seorang eksekutif di perusahaan penyulingan dengan gamblang menjelaskan tantangannya.

Jadi, intinya sederhana: punya stok minyak banyak itu bagus, tapi kalau tak bisa mengangkutnya dengan cepat dan efisien, ya percuma. Semua mata kini tertuju pada keputusan pemerintah mengenai izin untuk kapal asing itu.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar