Nah, untuk mengimbangi derasnya arus kendaraan ini, Jasa Marga tak tinggal diam. Mereka menambah jumlah gardu tol operasional di area tersebut. Awalnya cuma 19, sekarang jadi 22 gardu. Harapannya sih, transaksi bisa lebih cepat sehingga antrean di gerbang tol bisa diminimalisir. Semua ini demi mengalirkan kendaraan yang memadati ruas Cikatama menuju Timur Jawa.
Bagaimana kondisi perjalanan saat ini? Kalau lihat peta digital, situasinya masih cukup menggembirakan. Rute dari Jakarta menuju Jawa Tengah via GT Cikatama yang sejauh 383 kilometer itu masih didominasi warna biru. Artinya, lancar. Estimasi waktu tempuhnya sekitar enam jam, yang untuk kondisi mudik seperti sekarang bisa dibilang sangat ideal.
Menjelang Puncak Arus Mudik
Namun begitu, ini baru permulaan. Puncak arus mudik diprediksi akan lebih padat. Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, skema one way nasional penuh akan diberlakukan mulai besok, 18 Maret 2026. Cakupannya lebih luas lagi, dari KM 70 hingga KM 414.
Ini artinya, ruas tol akan sepenuhnya dikerahkan untuk arus mudik menuju Jawa. Bagi pengendara yang mau ke arah sebaliknya, yaitu menuju Jakarta, sudah harus cari jalur alternatif dari sekarang. Jangan sampai terjebak.
Satu lagi imbauan penting yang sering dianggap sepele: pastikan saldo e-toll card mencukupi. Cek berkali-kali sebelum berangkat. Hal kecil ini ternyata krusial banget. Bayangkan jika satu kendaraan macet di gerbang karena saldo habis, efek berantainya bisa menyebabkan kemacetan panjang dan mengganggu perjalanan semua orang. Jadi, persiapan yang matang adalah kunci utama perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
Artikel Terkait
Drama Turbulent Love Tayang 16 Maret 2026, Usung Kisah Polisi Penyamar dan Pewaris Mafia
Arus Mudik Lebaran 2026: 1,1 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta
Antrean Kendaraan Tembus 13.000 Unit, Puncak Arus Mudik Landa Pelabuhan Merak
Sporting CP Balikkan Kekalahan 0-3, Lolos Dramatis ke Perempat Final Liga Champions