Beberapa waktu lalu, tepatnya akhir Februari, nada mereka juga tak kalah panas. Kataib Hizbullah sempat memerintahkan para petempurnya bersiap untuk skenario perang panjang. Itu semua mereka lakukan sebagai antisipasi jika Amerika benar-benar nekat menyerang Iran.
Kala itu, mereka juga memperingatkan AS bakal menanggung "kerugian besar" jika perang di kawasan itu pecah.
Seorang komandan kelompok itu bahkan lebih gamblag lagi bicara pada AFP. Katanya, kemungkinan besar mereka akan ikut campur tangan jika Iran diserang. Ancaman itu menggantung, terasa sekali di udara yang sudah panas oleh ketegangan.
Jadi, peringatan terbaru ini seperti babak lanjutan dari ketegangan yang belum juga mereda. Mereka tak hanya bersiap, tapi juga terus mendesak, menunggu tentara asing itu pergi untuk selamanya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026: 1,1 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta
Antrean Kendaraan Tembus 13.000 Unit, Puncak Arus Mudik Landa Pelabuhan Merak
Sporting CP Balikkan Kekalahan 0-3, Lolos Dramatis ke Perempat Final Liga Champions
Menhub Prediksi Puncak Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan 18-19 Maret