Pontianak - Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memperkuat aparatur sipil negara (ASN) kembali ditegaskan. Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menyoroti hal ini dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Menurutnya, secara umum kualitas ASN di daerah ini sudah baik. Namun begitu, ada satu hal yang masih menjadi ganjalan: regulasi.
Wagub Krisantus merasa, daerah perlu ruang yang lebih leluasa untuk bisa benar-benar mandiri, terutama dalam mengelola kekayaan alam yang dimiliki.
"Kalau soal penguatan aparatur, sebetulnya aparatur sudah baik-baik semua. Cuma sebenarnya regulasi saja," ujarnya.
Ia lantas menyentuh soal pemotongan Tambahan Penghasilan Daerah (TKD). Bagi Krisantus, langkah itu bukan sekadar efisiensi anggaran belaka. Ada pesan tersirat dari pusat. "Pemotongan TKD itu sebenarnya secara implisit perintah Pak Presiden agar daerah itu mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada," jelasnya.
Nah, masalahnya, kemandirian itu kerap terhambat karena aturan yang berlaku belum sepenuhnya mendukung. "Yang perlu sekarang penyesuaian regulasi," tegasnya. Harapannya, pemerintah pusat bisa membuka ruang dengan memberikan regulasi yang memungkinkan daerah mengelola potensinya secara maksimal.
Pandangan serupa datang dari pemerintah pusat. Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Teguh Narutomo, mengakui kompetensi ASN Kalbar cukup mumpuni. Meski demikian, penguatan kapasitas akan terus didorong. Tujuannya jelas: menyelesaikan berbagai kendala pembangunan dan menciptakan sinergi yang solid.
"Untuk penyelesaian kondisi-kondisi masalah itu yang akan kita dorong. Jadi, teman-teman dari pusat akan mencoba membantu segala hal, memetakan simpul-simpul masalah yang selama ini dialami ataupun menjadi kendala di pembangunan Kalbar," kata Teguh.
Ia menambahkan, pemetaan regulasi yang selama ini menjadi kendala akan menjadi fokus utama. Ini langkah konkret yang akan dibenahi bersama ke depan.
Di sisi lain, peran strategis ada di pundak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar. Kepala BPSDM, Windy Prihastari, menyadari betul posisinya sebagai ujung tombak pembinaan ASN di lingkungan pemprov.
Karena itu, berbagai program pengembangan kompetensi terus disiapkan. Targetnya mencetak ASN yang tidak hanya profesional, tapi juga berkarakter.
"BPSDM harus menyiapkan berbagai macam bekal kompetensi kepada ASN Kalimantan Barat agar dia mempunyai kompetensi yang bagus, berintegritas, disiplin, sesuai dengan tagline kita 'ASN BerAKHLAK'," tutur Windy.
Windy menegaskan, pihaknya tak akan berhenti berbenah. Dorongan untuk berinovasi dan membiasakan perubahan yang baik akan terus digaungkan. Semua itu demi mendukung kinerja terbaik pemerintah daerah. "Kami terus mengajak ASN di Kalimantan Barat untuk terus berinovasi dan selalu memberikan perubahan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Dua Pilot Tewas Ditembak KKB Usai Pesawat Mendarat di Bandara Korowai
Menkes Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien PBI JK Nonaktif
Pandji Pragiwaksono Tuntaskan Kasus Adat di Toraja dengan Denda Babi dan Ayam
Pemerintah Kembangkan Dashboard Kebijakan untuk Tingkatkan Transparansi di Era Digital