Malam ini, suasana di Pelabuhan Merak, Cilegon, terasa jauh lebih padat dari biasanya. Mobil pribadi dan bus berdatangan silih berganti, memenuhi area pelabuhan. Petugas pun sibuk mengarahkan kendaraan-kendaraan itu menuju Dermaga 1 hingga 5.
Dari pantauan di lokasi, terlihat antrean kendaraan sudah mengular di depan Dermaga 5. Baik yang naik mobil pribadi maupun bus, semuanya harus sabar menunggu giliran untuk naik ke kapal. Situasinya memang ramai, tapi masih teratur.
Di sisi lain, petugas kepolisian tak henti-hentinya mengatur arus. Mereka berusaha mencari celah, mengisi dermaga yang masih kosong agar antrean bisa bergerak. Untuk membantu pengemudi yang mungkin bingung, polisi bahkan menggunakan lampu lalu lintas portabel sebagai penanda.
"Di sana kosong, Pak,"
seru seorang polisi sambil memberi isyarat agar sebuah mobil berbelok menuju Dermaga 3.
Di tengah keramaian itu, ada Rizki, seorang pemudik yang terlihat cukup santai. Menurut pengakuannya, perjalanan dari Jakarta ke Merak hanya memakan waktu sekitar dua jam saja. Lalu lintas di dalam tol, katanya, lancar-lancar saja.
"Ini ramai, biasanya kemarin-kemarin macet di H-4 ini,"
ucap Rizki sambil mengamati sekelilingnya.
Ia dan keluarganya akan menyeberang ke Palembang, Sumatera Selatan. Rizki sengaja memilih berangkat malam hari dengan perhitungan sederhana: agar tiba di Lampung saat fajar sudah mulai menyingsing.
Artikel Terkait
Argentina Gantikan Finalissima dengan Uji Coba Melawan Guatemala di Tanah Air
Uni Eropa Tegas Tolak Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Menteri Perhubungan Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini
OJK Jatuhkan Sanksi Larangan Seumur Hidup bagi Benny Tjokro di Pasar Modal