"Kalau naik mobil atau travel, begitu sampai rumah ya sudah. Mau kemana-mana jadi repot. Nah, kalau bawa motor, mobilitas jadi lebih gampang," ucap Ifan.
Kembali ke suasana jalan raya, sekitar pukul sembilan lebih sepuluh menit, keramaian pemudik di Kalimalang kian terasa. Arus masih lancar, meski sesekali padat di persimpangan. Beberapa petugas polisi tampak siaga, mengawasi dan mengatur lalu lintas yang mulai padat.
Rute ini memang jadi favorit bagi pemudik roda dua dari Jakarta dan Tangerang yang menuju Jawa. Yang menarik perhatian adalah barang-barang bawaan mereka. Ditumpuk dan diikat dengan kreatif di jok belakang, bahkan di bagian depan motor. Ada yang membawa kardus, tas karung, hingga bingkisan berwarna-warni.
Yang paling menyentuh, salah seorang pemudik menempelkan secarik kertas di atas tumpukan barangnya. Sebuah pesan sederhana namun sarat makna untuk keluarga yang dinanti.
"Kalau capek istirahat, kalau ngantuk tidur, kalau bosan jangan ngilang, kalau cuman temen emang boleh panggil sayang? Jangan lupakan merek KTP-mu. Jakarta-Kebumen," tulisnya.
Pesan itu, seperti keseluruhan perjalanan Ifan dan ribuan pemudik lainnya, adalah tentang kerinduan. Tentang usaha, lelah, dan sedikit petualangan, demi satu tujuan: pulang.
Artikel Terkait
Pemprov Jateng Berangkatkan 325 Bus Mudik Gratis untuk 19 Ribu Perantau
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total