Anggota DPRD Sidak Terminal Kalideres, Temukan Masalah Kebersihan dan Sirkulasi Udara

- Selasa, 17 Maret 2026 | 20:55 WIB
Anggota DPRD Sidak Terminal Kalideres, Temukan Masalah Kebersihan dan Sirkulasi Udara

Cuaca Jakarta memang terik, tapi semangat para pemudik di Terminal Kalideres tak pernah padam. Menjelang puncak arus mudik, suasana terminal itu ramai seperti biasa. Nah, dalam situasi seperti inilah, anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, tiba-tiba muncul. Ia melakukan inspeksi mendadak, atau sidak, untuk mengecek langsung kesiapan pelayanan buat masyarakat.

“Secara umum operasional terminal berjalan cukup baik. Fasilitas utama seperti ruang tunggu, loket tiket, area keberangkatan dan kedatangan, serta papan informasi sudah tersedia dan berfungsi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa lalu.

Ia menegaskan, sidak ini intinya untuk memastikan para pemudik dapat pelayanan yang layak. Aman, dan yang penting, nyaman.

Namun begitu, bukan berarti semuanya beres. Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mencatat beberapa hal yang masih perlu dibenahi. Kebersihan, misalnya. Toilet dan beberapa sudut ruang tunggu dinilainya belum optimal.

“Kami meminta pengelola terminal Kalideres ini bisa meningkatkan frekuensi pembersihan dan memastikan petugas kebersihan siaga selama 24 jam, mengingat jumlah penumpang akan meningkat signifikan,” tegasnya.

Persoalan lain adalah udara. Ruang tunggu penumpang terasa begitu pengap, minim fasilitas penyejuk ruangan. Di tengah cuaca panas jelang Lebaran, kondisi ini jelas bikin tak nyaman.

“Memang kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup terik. Ini akan menjadi perhatian kami ke depannya terkait kebutuhan penyejuk udara,” ujar Kent.

Belum lagi soal antrean. Menurut pengamatannya, masih ada potensi penumpukan penumpang di titik-titik rawan seperti loket tiket dan area boarding. Ia mendorong pengaturan antrean yang lebih tertib, plus penambahan petugas lapangan untuk mengurai kepadatan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar