Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional 80 Juta Barel Antisipasi Gejolak Harga

- Selasa, 17 Maret 2026 | 19:15 WIB
Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional 80 Juta Barel Antisipasi Gejolak Harga

Di sisi lain, meski tekanan datang dari sekutunya, pemerintah Jepang bersikukuh dengan pendiriannya. Mereka menyatakan tidak punya rencana untuk mengirim kapal perang ke kawasan yang memanas itu. Ini sekaligus menolak permintaan Presiden AS Donald Trump yang mengajak negara lain membantu mengamankan jalur pelayaran.

Di pasar, gejolak terlihat jelas. Minyak Brent, patokan harga internasional, sempat melonjak 3 persen pada hari Minggu. Meski sedikit melemah di perdagangan Senin, posisinya masih tinggi. Pada pukul 05.45 GMT, harganya tercatat USD 104,85 per barel. Angka itu mencerminkan kenaikan fantastis lebih dari 40 persen sejak konflik memanas pada 28 Februari lalu.

Lalu, kenapa Jepang begitu terdampak? Jawabannya sederhana: mereka sangat bergantung pada impor. Sekitar 80 persen kebutuhan energi dalam negeri dipasok dari luar. Itu membuat mereka rentan terhadap gejolak seperti sekarang.

Namun begitu, Jepang bukan tanpa persiapan. Negara ini punya cadangan strategis yang luar biasa besarnya, salah satu yang terbesar di dunia. Cadangan minyak mereka diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh Jepang hingga 254 hari ke depan. Langkah melepas sebagian cadangan itu sekarang adalah tameng pertama mereka menghadapi badai energi kali ini.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar