Langkah efisiensi ini rupanya bagian dari strategi yang lebih besar. BGN disebut sedang mengencangkan ikat pinggang anggaran, berusaha merespon dinamika ekonomi global yang tak menentu. Dadan menegaskan lembaganya harus punya 'sense of crisis'.
"Tentu saja kita harus ikut memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien,"
Pagu anggaran BGN diketahui sebesar Rp 268 triliun. Di sisi lain, ada juga dana standby pemerintah senilai Rp 67 triliun. Nah, rencananya, BGN ingin mengoptimalkan pagu utama itu tanpa perlu menyentuh dana cadangan.
"Kita optimalkan yang 268 triliun dan coba kita tidak hitung yang standby. Jadi kita akan efektifkan yang 268 triliun tersebut,"
Jadi, intinya, program bantuan sosial ini hanya pause sebentar. Setelah suasana Lebaran reda, bantuan makanan bergizi akan kembali mengalir seperti biasa di akhir bulan ini.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Gelar 227 Kali Khataman Al-Quran untuk Pembinaan Rohani Personel
Wakapolda Metro Jaya Inspeksi Bandara Soetta, Pastikan Layanan Mudik Lebaran 2026 Optimal
Kapolri Dukung Rehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo untuk Selamatkan Gajah Sumatera
Kemenhub Siapkan Ratusan SPKLU di Jalur Mudik Utara Jawa