"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," tegas Kallas sekali lagi. Prioritas utama, menurutnya, tetaplah menjaga jalur pelayaran tetap aman dan, yang tak kalah penting, mendorong jalan diplomasi sekuat tenaga.
Posisi serupa juga digaungkan oleh Menlu Italia, Antonio Tajani. Dia menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut Uni Eropa saat ini punya tugas spesifik: mengawal kapal dagang dan operasi antipembajakan. Desainnya bukan untuk beroperasi di kawasan seperti Selat Hormuz.
"Kami bersedia memperkuat misi-misi ini," kata Tajani. "Tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz."
Jadi, meski bersedia meningkatkan komitmen di area operasi yang sudah ada, para pemimpin Eropa ini sepakat untuk tidak melangkah lebih jauh. Mereka memilih untuk tetap berada di jalur yang sudah ditetapkan, sambil berharap ketegangan bisa mereda lebah percakapan, bukan tembakan.
Artikel Terkait
Kapolri Dukung Rehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo untuk Selamatkan Gajah Sumatera
Kemenhub Siapkan Ratusan SPKLU di Jalur Mudik Utara Jawa
KPK Panggil Ulang Maktour dan SATHU untuk Dalami Peran Fuad Hasan dalam Kasus Kuota Haji
KPK Tahan Gus Alex Terkait Dugaan Suap Kuota Haji