Pemicu penghentian ini adalah laporan dari Kepala SPPG setempat sendiri pada 14 Maret. Laporan itu menyoroti masalah manajemen dan dugaan provokasi dari beberapa relawan terkait pembayaran gaji rapel yang katanya dibayarkan bersamaan dengan distribusi menu MBG. Situasinya jadi makin keruh.
Di sisi lain, para pegawai merasa dipojokkan. Susana Herpena, Ketua Satgas Percepatan MBG Sanggau yang juga Wakil Bupati, mengaku didatangi langsung oleh sekitar dua puluh orang karyawan yang protes.
“Sabtu kemarin saya didatangi sekitar 20-an orang karyawan yang mengaku belum digaji atau gajinya tidak sesuai. Mereka sempat ditantang oleh Kepala SPPG, kalau mau melapor silakan lapor ke Ketua Satgas,” ujar Susana.
Nah, tantangan itulah yang akhirnya mereka ambil. Mereka datang, melapor, dan kini dapur yang seharusnya menyuplai gizi bagi masyarakat itu terpaksa berhenti beroperasi. Sementara menunggu hasil pemeriksaan, yang jelas, urusan perut para pegawainya sendiri justru jadi masalah pertama yang harus diselesaikan.
Artikel Terkait
Kapolri Resmikan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau untuk Akses Pendidikan
Serangan Udara Israel Guncang Tiga Wilayah di Beirut, Satu Warga Sipil Terluka
Platform Teman Mudik Lengkapi Persiapan Perjalanan dengan Fitur Rute hingga Darurat
LBH Peta Sumsel Gelar FGD untuk Kembalikan Peran LSM dan Ormas