Lalu apa pemicunya? Petugas menduga ada kombinasi fatal: kebocoran gas dan korsleting listrik di bagian mesin. "Sedikit saja percikan, itu bisa langsung terbakar," jelas Rahman. Situasi jadi makin sulit karena kapal juga membawa drum-drum berisi BBM, menghambat upaya pemadaman.
Kobaran api yang begitu cepat membuat dua orang tak sempat menyelamatkan diri. Mereka adalah kapten kapal, Aryadin (40), dan seorang awak bernama Jaya (40).
"Dua orang meninggal," kata Danpos SAR Selayar Ronaldhi, mengonfirmasi korban jiwa. Aryadin terjebak di tengah lautan api, sementara Jaya terperangkap di ruang mesin.
Kini, pelabuhan itu kembali sunyi. Menyisakan pertanyaan dan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebuah pagi yang seharusnya biasa, berakhir dengan tragedi memilukan.
Artikel Terkait
Ribuan Pemudik Berangkat Gratis dari Depok, Puncak Arus Diprediksi Besok
Tito Karnavian Desak Daerah Percepat Pendataan untuk Hunian Tetap Korban Bencana
BMKG Peringatkan Potensi Hujan di Banyumas, Pemudik Diminta Waspada
Taliban Klaim 400 Tewas dalam Serangan Udara Pakistan di Kabul, Islamabad Bantah