Lalu, kenapa SPPG sempat tutup? Rizky punya penjelasan. Bukan karena masalah limbah, melainkan lantaran hari libur nasional. “Kami perkirakan pelayanan akan kembali normal pada 31 Maret nanti, bersamaan dengan SPPG lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi pada masyarakat yang aktif memberi masukan. Baginya, koreksi dari warga justru penting untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan. Saat ini, ada 3.176 penerima manfaat yang tersebar di berbagai sekolah.
“Kami berterima kasih. Ke depan, koordinasi dengan masyarakat dan kelurahan akan terus kami bangun,” pungkas Rizky, menutup pernyataannya.
Jadi, jika melihat penjelasan resmi ini, situasi di Ekasapta tampaknya jauh lebih terkendali daripada yang digembar-gemborkan di dunia maya. Semua klaim dibantah, dan operasional dikatakan berjalan sesuai aturan.
Artikel Terkait
TASPEN Lepas 35 Bus untuk Mudik Gratis, 1.400 Pemudik Dijamin Asuransi
Dosen Laporkan Penumpang KRL ke Polisi atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Arus Mudik di Tol Cipali Mulai Ramai, Puncak Diprediksi 18-20 Maret
Panglima TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial