Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 144 Juta Orang, Minat Gunakan Mobil Listrik Ikut Meningkat

- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:30 WIB
Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 144 Juta Orang, Minat Gunakan Mobil Listrik Ikut Meningkat

Jakarta: Gelombang mudik Lebaran 2026 diprediksi bakal sangat padat. Kementerian Perhubungan RI menyebut angka pergerakannya bisa mencapai 143,9 juta orang. Nah, di tengah arus mudik yang makin besar ini, ada tren menarik yang mengemuka: minat pada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ternyata ikut meroket.

Dorongannya beragam. Selain soal efisiensi biaya operasional yang memang menggiurkan, fitur keamanan dan kenyamanan EV sekarang jauh lebih canggih. Belum lagi, infrastruktur pengisian dayanya kian banyak ditemui. Alhasil, kendaraan listrik tak lagi sekadar jadi simbol mobilitas urban. Perlahan, ia mulai dilirik sebagai opsi untuk perjalanan antarkota bahkan untuk ritual tahunan mudik Lebaran sekalipun.

Menanggapi hal ini, Changan Indonesia menyoroti momen mudik sebagai sesuatu yang sakral bagi masyarakat.

Merek asal Tiongkok itu pun membagikan sejumlah kiat praktis. Tujuannya satu: agar perjalanan mudik pakai mobil listrik tetap aman dan tanpa drama.

1. Manfaatkan Fitur Keselamatan yang Ada

EV masa kini sudah dibekali beragam fitur keselamatan mutakhir. Fitur-fitur ini dirancang untuk memberi perlindungan ekstra selama kamu di jalan. Jadi, pelajari dan gunakanlah.

2. Cek Kendaraan Secara Menyeluruh

Jangan asal gaspol. Sebelum menempuh perjalanan jauh, pastikan kondisi kendaraan benar-benar prima. Cek rem, sistem keamanan, tekanan ban, dan tentu saja, kapasitas baterai. Ini langkah dasar yang sering diabaikan.

3. Rencanakan Rute & Titik Isi Daya

Ini kunci utama. Rencanakan rute dengan matang, termasuk memperkirakan kepadatan lalu lintas. Yang tak kalah vital: tandai lokasi stasiun pengisian (SPKLU) di sepanjang jalur. Sesuaikan dengan jarak tempuh mobil agar tidak kehabisan daya di tengah jalan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar