Pasca-Lebaran 2026, Arus Pendatang ke Jakarta Diprediksi Tetap Rendah

- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:25 WIB
Pasca-Lebaran 2026, Arus Pendatang ke Jakarta Diprediksi Tetap Rendah

"Belum lagi kondisi geopolitik global yang berpengaruh pada biaya hidup di ibu kota. Dua hal ini yang bikin tren penurunan pendatang kemungkinan akan terus berlanjut," imbuhnya.

Di sisi lain, sebagai kota global, Jakarta tentu saja tetap terbuka. Namun, pemerintah daerah punya imbauan khusus bagi para pendatang baru. Mereka diharapkan melapor melalui service point Disdukcapil DKI. Caranya pun dibuat semudah mungkin.

"Kami himbau untuk lapor. Nanti ada pendataan 'jemput bola' dengan layanan yang ramah, baik di hari kerja maupun di luar jam kerja. Kami juga bakal berkolaborasi dengan pengurus RT dan RW setempat," jelas Chico.

Program jemput bola ini rencananya akan digelar selama dua pekan usai Lebaran. Tujuannya jelas: memastikan setiap pendatang tercatat dalam sistem administrasi kependudukan. Dengan begitu, data menjadi lebih akurat.

Chico menegaskan, upaya penataan administrasi ini akan terus berjalan. Intinya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jakarta benar-benar diberikan kepada warga yang secara nyata berdomisili di ibu kota.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar