"Belum lagi kondisi geopolitik global yang berpengaruh pada biaya hidup di ibu kota. Dua hal ini yang bikin tren penurunan pendatang kemungkinan akan terus berlanjut," imbuhnya.
Di sisi lain, sebagai kota global, Jakarta tentu saja tetap terbuka. Namun, pemerintah daerah punya imbauan khusus bagi para pendatang baru. Mereka diharapkan melapor melalui service point Disdukcapil DKI. Caranya pun dibuat semudah mungkin.
"Kami himbau untuk lapor. Nanti ada pendataan 'jemput bola' dengan layanan yang ramah, baik di hari kerja maupun di luar jam kerja. Kami juga bakal berkolaborasi dengan pengurus RT dan RW setempat," jelas Chico.
Program jemput bola ini rencananya akan digelar selama dua pekan usai Lebaran. Tujuannya jelas: memastikan setiap pendatang tercatat dalam sistem administrasi kependudukan. Dengan begitu, data menjadi lebih akurat.
Chico menegaskan, upaya penataan administrasi ini akan terus berjalan. Intinya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jakarta benar-benar diberikan kepada warga yang secara nyata berdomisili di ibu kota.
Artikel Terkait
Polisi Periksa Baju Meleleh dan Helm Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Arus Mudik Mulai Padat di Tol Cipali, Volume Kendaraan Naik 9,2 Persen
Keluarga Pemudik Tersasar di Tol Semarang-Solo Diselamatkan Patroli Polisi
Polisi Amankan 1.360 Butir Obat Daftar G dan Tersangka di Jakarta Utara