“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” tegasnya.
Untuk itulah, pemantauan hilal tahun ini dilakukan secara masif di 117 titik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengamatan ini merupakan kerja bareng antara kantor wilayah dan kota/kabupaten Kemenag, Pengadilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait lainnya di daerah.
Lokasi-lokasi pemantauannya sendiri sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah:
Aceh: Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Lhoknga, Tugu 0 Km Indonesia di Sabang, hingga Pantai Nancala di Simeulue.
Sumatera Barat: Cukup banyak, dari Puncak Langkisau di Painan, Panorama Sitinjau Laut di Solok, sampai Pantai Gandoriah di Pariaman.
Jawa: Untuk DKI, pemantauan antara lain di Kanwil Kemenag, Masjid Raya Hasyim Asy’ari, hingga Monas. Di Jawa Tengah, ada di Planetarium UIN Walisongo Semarang dan Pantai Alam Indah Tegal. Sementara Jawa Timur punya puluhan titik, seperti Hotel Santika Blitar, Pantai Srau Pacitan, hingga Bukit Kerek Indah di Ngawi.
Kalimantan: Misalnya Pantai Indah Kakap di Kubu Raya, Menara Masjid Raya Darussalam di Palangka Raya, dan Rusun ASN Tower D di IKN.
Kawasan Timur: Di Sulawesi Barat ada Bukit Mercusuar Pasangkayu. Maluku punya beberapa titik seperti Desa Wakasihu dan Hotel Tirta Amahusu. Sementara di Papua, pengamatan dilakukan di tempat seperti Pantai Lampu Satu, Merauke.
Dengan persiapan sedetail ini, hasil sidang isbat nanti tentu sangat dinantikan. Semua pihak berharap prosesnya berjalan lancar sehingga keputusan yang diambil bisa menjadi pedoman bersama untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Artikel Terkait
Dua Kepala Dapur Sekolah di Ponorogo Laporkan Intimidasi dan Potongan Anggaran ke BGN
Dapur MBG Sanggau Ditutup Sementara Imbas Sengketa Gaji Karyawan
Dua Penerbangan RI ke Dubai Dialihkan Imbas Serangan Drone Iran
PAN Dukung Wacana Pemotongan Gaji Anggota DPR