Jakarta mulai terasa lengang. Tapi justru di jalan-jalan tol, suasana bertolak belakang. Arus kendaraan kian padat, menandai gelombang mudik yang mulai bergerak menuju kampung halaman jelang Idulfitri. Perjalanan jauh tentu melelahkan. Makanya, rest area atau tempat istirahat di tol jadi persinggahan vital untuk sekadar meregangkan badan dan mengusir kantuk sebelum kembali menerobos jalanan.
Fasilitas di tempat-tempat ini memang beragam. Pengendara bisa berhenti sejenak, bukan cuma untuk ke toilet, tapi juga mengisi bahan bakar, menarik uang di ATM, beli makanan, atau sekadar shalat di mushola. Namun begitu, tak semua rest area itu sama. Kalau diperhatikan, ada perbedaan mencolok soal luas dan kelengkapan layanannya.
Biasanya, rest area di tol dikelompokkan jadi tiga tipe: A, B, dan C. Pengetahuan soal ini bisa bermanfaat banget buat para pemudik agar bisa atur strategi istirahat.
Yang Paling Lengkap: Rest Area Tipe A
Ini adalah tempat peristirahatan dengan fasilitas paling komplet dan area terluas. Nggak heran kalau selalu ramai dan jadi pilihan utama. Selain toilet dan mushola, di sini biasanya tersedia klinik kesehatan darurat, bengkel, SPBU, hingga beberapa restoran pilihan. Area parkirnya luas, ada ruang terbuka hijau buat sekadar hirup udara segar, dan tentu saja ATM center yang biasanya dilengkapi layanan isi ulang kartu tol. Pokoknya, hampir semua kebutuhan dasar perjalanan bisa terpenuhi di sini.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Imbau Takbir Keliling Ditiadakan di Bali Demi Hormati Nyepi
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Blitar Tengah Malam
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global