Ukurannya lebih kecil ketimbang tipe A, tapi fasilitasnya tetap cukup memadai untuk sekadar mengisi tenaga. Para pemudik tetap bisa menemukan toilet, mushola, minimarket, dan beberapa warung makan atau restoran. Area parkir dan ruang terbuka hijaunya juga ada, meski mungkin tak seluas tipe sebelumnya. ATM dengan layanan isi ulang kartu tol biasanya juga tersedia di sini.
Yang Sederhana: Rest Area Tipe C
Nah, ini tipe yang paling sederhana. Fasilitasnya sangat terbatas, umumnya cuma toilet, sebuah mushola, warung kecil, dan area parkir yang sederhana. Bahkan, menurut pantauan di sejumlah lokasi, rest area tipe C ini nggak selalu beroperasi setiap hari. Tempat ini seringkali diaktifkan khusus saat ada lonjakan kendaraan, seperti saat puncak arus mudik atau balik Lebaran. Jadi, jangan kaget kalau sewaktu-waktu tempatnya sepi atau bahkan tutup.
Memahami perbedaan ketiganya jelas membantu. Dengan begitu, perjalanan mudik bisa lebih terencana. Istirahat di tempat yang tepat bikin kondisi tubuh tetap prima, yang ujung-ujungnya mendukung keselamatan dan kenyamanan sepanjang jalan.
(PRI)
Artikel Terkait
Muhammadiyah Imbau Takbir Keliling Ditiadakan di Bali Demi Hormati Nyepi
Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Blitar Tengah Malam
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global