Dalam jumpa pers yang digelar Senin lalu, tim kuasa hukum Andrie Yunus tak cuma membahas kondisi klien mereka. Mereka juga mengumumkan pembentukan tim investigasi independen untuk kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS itu. Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak polisi untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan, termasuk sebuah botol dan helm yang diduga kuat terkait pelaku.
Perwakilan TAUD, Jane Rosalina Rumpia, memaparkan kondisi Andrie dengan cukup rinci. Luka bakarnya mencapai 24 persen, terutama di wajah sisi kanan. "Yang paling serius adalah bagian mata kanan," ujarnya. Saat ini, Andrie sudah ditangani khusus oleh dokter spesialis bedah mata.
Jane juga mengimbau dengan tegas. Dia meminta publik dan rekan-rekan untuk tidak langsung datang ke rumah sakit. "Selain keluarga yang mendampingi, tak perlu ada kunjungan lain," katanya. Alasannya jelas: Andrie memerlukan lingkungan yang steril dan privasi selama masa pemulihan ini.
Konferensi pers tim hukum ini digelar tak lama setelah polisi menggelar jumpa pers mereka. Dan rupanya, ada beberapa hal yang menurut TAUD belum diungkap secara lengkap oleh Polda Metro Jaya.
Perwakilan TAUD lainnya, Erlangga Julio, menyoroti soal barang bukti. Menurutnya, ada temuan penting yang luput dari pernyataan polisi. "Masih ada barang bukti yang belum disebut," kata Julio. Barang itu adalah sebuah botol berwarna ungu yang diduga digunakan untuk menyiram. Botol itu, yang mungkin sebuah tumbler, ditemukan oleh saksi di sekitar TKP dan sudah diserahkan ke Resmob Polda Metro Jaya. "Ini penting untuk didalami lebih lanjut," tegasnya.
Artikel Terkait
DKI Gelar Car Free Night dan Gratiskan Transportasi Umum Saat Lebaran
Dishub DKI Siapkan Transportasi Gratis dan Terminal Cadangan untuk Arus Mudik
Labschool UNJ Buka Rekrutmen Besar-besaran untuk Guru di Empat Lokasi
Polisi Bongkar Jaringan Ekstasi di Klub Malam Denpasar, 37 Pengunjung Positif Narkoba