Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, aktivis Kontras, masih terus bergulir dan menyita perhatian publik. Korban sendiri hingga kini masih terbaring di rumah sakit, menjalani perawatan akibat serangan keji yang terjadi Kamis lalu, 12 Maret 2026. Suasana mencekam itu masih terasa, dan banyak yang bertanya-tanya: apa motif di balik aksi brutal ini?
Di tengah gelombang keprihatinan yang meluas, suara dukungan pun datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari Utje Gustaaf Patty, perwakilan Rumah Juang 2 (RJ2) Prabowo-Gibran. Dengan tegas ia menyatakan, kekerasan terhadap warga negara sama sekali tak bisa ditolerir. Baginya, ruang demokrasi harus tetap menjadi tempat yang aman dan terbuka, di mana hak asasi manusia benar-benar dihormati.
"Segala bentuk kekerasan terhadap warga negara tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ruang demokrasi harus kita jaga agar tetap aman, terbuka, serta menjunjung tinggi penghormatan terhadap HAM," ujar Utje.
Nah, soal penanganan kasusnya, Presiden Prabowo Subianto sudah memberi perintah tegas. Aparat penegak hukum diminta mengusut tuntas dengan transparan, profesional, dan tentu saja adil. Arahan presiden ini langsung diapresiasi oleh Utje. Menurutnya, penegakan hukum yang objektif dan tanpa tebang pilih itu kunci utamanya. Bukan cuma untuk memulihkan keadilan bagi korban, tapi juga agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Di sisi lain, RJ2 juga menyoroti pentingnya dukungan bagi korban. Mereka mendukung langkah pemerintah dalam memberikan penanganan dan pemulihan terbaik untuk Andrie Yunus. Ini bukan sekadar urusan hukum, tapi juga soal solidaritas dan kepedulian sebagai sesama manusia. Komitmen kemanusiaan harus jadi prioritas bersama.
Terakhir, RJ2 mengajak kita semua untuk bijak. Masyarakat diharap tetap tenang, tidak gampang terpancing oleh informasi yang sumbernya belum jelas. Yang justru perlu dirawat bersama adalah nilai-nilai demokrasi, persatuan, dan sikap saling menghargai. Intinya, RJ2 berkomitmen penuh mendukung terciptanya keamanan dan keadilan untuk semua warga negara. Semoga.
Artikel Terkait
Labschool UNJ Buka Rekrutmen Besar-besaran untuk Guru di Empat Lokasi
Polisi Bongkar Jaringan Ekstasi di Klub Malam Denpasar, 37 Pengunjung Positif Narkoba
Denise Chariesta Umumkan Rencana Bayi Tabung sebagai Single Parent
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional