Dari Gayo Lues, kabar baik datang untuk para korban banjir dan longsor di Aceh Utara. Rumah-rumah hunian tetap yang disediakan pemerintah ternyata bukan sekadar bangunan kosong. Menurut Kepala BNPB Suharyanto, setiap unit sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting untuk kehidupan sehari-hari.
"Huntap yang ditempati oleh masyarakat telah dilengkapi jaringan listrik dengan furnitur seperti kasur, kursi dan meja makan, kompor, televisi, serta instalasi air," jelas Suharyanto, Senin lalu.
Ia menegaskan, kelengkapan di dalam rumah itu memang sengaja disiapkan untuk menunjang kenyamanan. "Rumah-rumah yang dibangun sangat bagus, di dalamnya sudah lengkap ada perabotan yang memadai," ujarnya lagi.
Tak cuma itu. Di sisi lain, pemerintah juga memikirkan kebutuhan sosial dan keagamaan warga. Di kawasan hunian itu, tersedia balai pertemuan dan masjid. Fasilitas umum ini diharapkan bisa menjadi ruang untuk mengeratkan kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus akibat bencana.
Hingga saat ini, tercatat 104 kepala keluarga sudah mulai membangun kehidupan baru di Huntap Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kemenko Polkam, bagian dari upaya serius pemulihan pascabencana. Harapannya jelas: memberikan tempat tinggal yang jauh lebih aman dan layak bagi mereka yang kehilangan segalanya.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Mudik di Bekasi Melonjak 112 Persen pada H-6 Lebaran
ASEAN Siaga Hadapi Gelombang Panas Lebih Awal, Indonesia-Malaysia Paling Awal Terdampak
PU Siapkan Jalan Nasional Sumbar untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Penilaian Kinerja ASN Didominasi Nilai Baik, Pakar Soroti Ancaman Bias Kemurahan Hati