Dari Gayo Lues, kabar baik datang untuk para korban banjir dan longsor di Aceh Utara. Rumah-rumah hunian tetap yang disediakan pemerintah ternyata bukan sekadar bangunan kosong. Menurut Kepala BNPB Suharyanto, setiap unit sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting untuk kehidupan sehari-hari.
"Huntap yang ditempati oleh masyarakat telah dilengkapi jaringan listrik dengan furnitur seperti kasur, kursi dan meja makan, kompor, televisi, serta instalasi air," jelas Suharyanto, Senin lalu.
Ia menegaskan, kelengkapan di dalam rumah itu memang sengaja disiapkan untuk menunjang kenyamanan. "Rumah-rumah yang dibangun sangat bagus, di dalamnya sudah lengkap ada perabotan yang memadai," ujarnya lagi.
Tak cuma itu. Di sisi lain, pemerintah juga memikirkan kebutuhan sosial dan keagamaan warga. Di kawasan hunian itu, tersedia balai pertemuan dan masjid. Fasilitas umum ini diharapkan bisa menjadi ruang untuk mengeratkan kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus akibat bencana.
Hingga saat ini, tercatat 104 kepala keluarga sudah mulai membangun kehidupan baru di Huntap Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kemenko Polkam, bagian dari upaya serius pemulihan pascabencana. Harapannya jelas: memberikan tempat tinggal yang jauh lebih aman dan layak bagi mereka yang kehilangan segalanya.
Bantuan lain juga terus mengalir. BNPB menyalurkan paket sembako yang cukup untuk kebutuhan sepuluh hari, kipas angin untuk tiap rumah, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak. Bahkan, ada bantuan pangan tambahan khusus untuk keluarga terdampak. Semua ini diberikan agar transisi kehidupan mereka berjalan lebih mulus.
Menariknya, meski masa libur Idul Fitri, pendampingan tidak berhenti. Suharyanto memastikan personelnya tetap disiagakan di lokasi-lokasi terdampak, termasuk Aceh Utara.
"Kami telah mengatur personel secara bergantian agar pendampingan pemerintah daerah dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung pada masa libur Hari Raya Idul Fitri," katanya.
Upaya ini menunjukkan bahwa proses pemulihan masih terus dipantau, dioptimalkan, dan dijamin keberlangsungannya. Setidaknya, bagi 104 keluarga itu, ada secercah kepastian dan kenyamanan yang mulai pulih.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi