"Melalui ajang olahraga seperti Men’s Volleyball Champions League ini, kita dapat mendorong penyelenggaraan event berkelas internasional," jelasnya. "Ujung-ujungnya, ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi."
Ia lalu memberikan gambaran. "Amerika Serikat saja menguasai sekitar 40 persen industri olahraga dan sport tourism. Angka itu menunjukkan potensi besarnya. Karena itu, saya mengajak semua pihak pemerintah, swasta, masyarakat untuk berkolaborasi. Saya yakin sektor ini bisa memberi dampak positif bagi laju perekonomian kita."
Optimisme serupa datang dari pihak penyelenggara benua. Presiden Asian Volleyball Confederation (AVC), Ramon Suzara, turut menyampaikan keyakinannya.
"Saya yakin perhelatan kali ini bisa menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadirkan event olahraga kelas dunia," kata Suzara.
"Dan semoga Indonesia pun bisa menjadi juara."
Jadi, semua mata kini tertuju ke Pontianak. Menunggu apakah kota itu bisa menjadi panggung kebangkitan voli Indonesia, sekaligus pemantik geliat ekonomi baru.
Artikel Terkait
Polresta Cirebon Pasang Pembatas Jalan Antisipasi Macet Mudik di Pasar Ikan Gebang
Polri Luncurkan Program Mudik Balik Gratis untuk Tekan Kecelakaan Arus Balik Lebaran 2026
Mendag Klaim Harga Pokok Stabil, Pedagang Laporkan Kenaikan Jelang Lebaran
Kebijakan WFA Redam Kemacetan Jakarta, Jalanan Lebih Lengang Jelang Lebaran