Memang, kompleks Bandara Baghdad bukan sekadar terminal penumpang. Kawasan itu adalah mosaik rumit dari pangkalan militer Irak, fasilitas logistik dan diplomatik AS, serta penjara pusat. Sejak konflik Timur Tengah memanas, wilayah udara Irak kerap ditutup dan lalu lintas udara nasional tak jarang dihentikan total. Irak, yang lama jadi ajang perebutan pengaruh antara AS dan Iran, seolah tak pernah benar-benar sepi dari ketegangan.
Dan ketegangan itu kini seringkali diwujudkan dalam bentuk serangan harian. Kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran kerap mengklaim tanggung jawab atas serangan drone dan roket ke pangkalan AS termasuk bandara ini.
Di sisi lain, serangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran lain. Kementerian Kehakiman Irak angkat bicara, memperingatkan bahwa gempuran di dekat bandara membahayakan keamanan Penjara Pusat al-Karkh. Di sana, ribuan tersangka ISIS ditahan, banyak di antaranya baru dipindahkan dari Suriah. Bayangkan jika satu roket melesat sedikit saja.
Kedutaan Besar AS sendiri jelas bukan target baru. Baru Sabtu sebelumnya, sebuah drone sudah menyerang kompleks kedutaan. Menariknya, di hari yang sama, tiga pejuang yang diduga didukung Iran tewas dalam sebuah serangan di kota itu yang banyak dituduhkan kepada pihak AS. Sebuah lingkaran serangan balasan yang sepertinya belum akan berakhir.
Artikel Terkait
Bus PO Anugerah Terperosok ke Jurang di Lahat, Evakuasi Berlangsung Dini Hari
Como Kalahkan AS Roma 2-1, Rebut Posisi Empat Klasemen Serie A
Perbatasan Rafah Akan Dibuka Kembali Secara Terbatas Mulai Rabu
Truk Pengangkut Hebel Terguling, Kemacetan Parah Landa Jalan Gatot Subroto