Gejolak Global dan Momentum Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Mandiri

- Minggu, 15 Maret 2026 | 21:50 WIB
Gejolak Global dan Momentum Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Mandiri

Ketiga, jangan lupakan hilirisasi agrikultur dan kelautan. Sawit jangan berhenti di CPO, tapi dikembangkan jadi oleokimia dan biofuel. Rumput laut dan hasil perikanan kita punya nilai jual tinggi di industri farmasi dan pangan global. Potensi untuk jadi kekuatan pangan tropis dunia terbuka lebar.

Keempat, ketahanan energi. Ketergantungan pada impor itu risiko besar, apalagi dengan situasi geopolitik yang tak menentu. Pengembangan biofuel sawit, panas bumi, dan cadangan energi strategis adalah langkah penting untuk mandiri.

Dan yang kelima, diplomasi ekonomi global harus agresif. Pasar ekspor industri nasional kita perlu diperluas, tidak hanya ke negara tradisional. Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah adalah pasar baru yang potensial dan perlu dibuka melalui diplomasi perdagangan yang cerdas.

Pada Akhirnya

Semua prasyarat untuk jadi raksasa ekonomi sebenarnya sudah kita pegang: sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang luas, dan posisi geopolitik yang strategis. Tinggal bagaimana kita mengintegrasikannya dalam satu strategi besar, mirip semangat "Indonesia Incorporated" tadi.

Dengan cara itu, kita bisa membangun ekonomi yang mandiri, tangguh menghadapi badai krisis global, dan tetap kompetitif. Transformasi ini bukan sekadar pilihan kebijakan biasa. Ini adalah sebuah keharusan strategis untuk menentukan masa depan Indonesia.

AM Hendropriyono.
Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI (1996-1998).

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar