Nah, bagaimana tanggapan dari pihak swasta? Rupanya, PT HSI menyambut baik gagasan ini. Ellen, Manager Design Development perusahaan tersebut, menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung lewat program CSR. Tahun lalu, mereka sudah menyalurkan paket pecah belah ke sejumlah daerah seperti Polewali Mandar, Sidrap, dan Poso. Untuk tahun 2026, rencananya akan lebih masif lagi.
“Terkait permintaan Pak Menteri, pada tahun 2026 kami akan menyiapkan pengiriman sebanyak 1.094 paket setelah lebaran. Sekitar 300 paket di antaranya akan disiapkan untuk dikirim ke Rempang dalam waktu dekat,” jelas Ellen.
Namun begitu, langkah Kementrans tak berhenti di situ. Mereka punya rencana lebih lanjut. Kementerian berencana mengajak para pelaku usaha untuk turun langsung melihat kondisi kawasan transmigrasi. Dengan meninjau lapangan, diharapkan potensi lapangan kerja dan peluang ekonomi yang lebih nyata bisa teridentifikasi. Ini bukan sekadar bantuan, tapi upaya membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
Jadi, ke depan, kerja sama seperti ini mungkin akan semakin sering kita dengar. Antara pemerintah dan swasta, berkolaborasi untuk membangun dari pinggiran. Hasilnya? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Trump Ancam Serang Lagi Pulau Kharg, Iran Klaim AS Gunakan Pangkalan di UEA
Polda Riau Gelar Lomba Lari Go Sprint Go Green untuk Pembinaan Generasi Muda
Sotong Gerakkan Ekonomi Desa Kelong, Puluhan Ibu Rumah Tangga Terbantu dari Olahan Ikan Delah
Kakorlantas Tinjau Operasi Ketupat 2026, Angka Fatalitas Kecelakaan di Jabar Turun 91 Persen