Mengelola Risiko Geopolitik
Namun begitu, kita tak boleh tutup mata soal risikonya. Konflik di sana kerap mengguncang jalur perdagangan global, terutama rute energi. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, risiko ini harus dikelola.
Caranya? Diversifikasi jalur perdagangan, perkuat logistik nasional, dan kembangkan industri domestik untuk kurangi ketergantungan impor barang strategis. Dengan langkah-langkah itu, gejolak geopolitik tak akan langsung menggoyah fondasi ekonomi kita.
Diplomasi Ekonomi yang Pragmatis
Sumitro juga menekankan, hubungan ekonomi internasional harus pragmatis. Berorientasi pada kepentingan nasional. Kita perlu jaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kawasan Timur Tengah, Asia Timur, Eropa, Amerika tanpa memihak blok tertentu.
Pendekatan seperti ini memungkinkan kita memetik manfaat dari peluang global, tanpa terjerumus dalam rivalitas geopolitik negara-negara besar.
Jalan Menuju Kedaulatan Industri
Jadi, kalau dibaca dengan saksama, dinamika Timur Tengah justru membuka pintu lebar bagi Indonesia. Energinya bisa menopang industrialisasi kita. Petrodollar-nya bisa jadi sumber pembiayaan. Dan pasarnya bisa menampung ekspor manufaktur kita.
Tapi semua ini cuma jadi peluang kalau negara punya arah pembangunan yang jelas dan konsisten. Di sinilah relevansi pemikiran Soemitronomics terasa. Industrialisasi nasional butuh kombinasi pas: kepemimpinan negara, kemitraan dengan swasta, dan integrasi yang cerdas dengan ekonomi global.
Memang, Timur Tengah diliputi badai geopolitik. Tapi, bagi Indonesia, badai itu juga membawa arus peluang. Dengan strategi yang jitu, kawasan ini bisa jadi batu loncatan untuk mencapai kedaulatan industri dan kemakmuran yang kita idamkan.
AM Hendropriyono.
Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI (1976-1978).
Artikel Terkait
DPP PKB Berangkatkan 1.200 Warga Mudik Gratis ke Jateng dan Jatim
Korlantas: Angka Kematian Kecelakaan Mudik Turun 45% di Awal Operasi Ketupat 2026
Taman Bendera Pusaka di Jakarta Resmi Dibuka 24 Jam
Kementerian Transmigrasi Gandeng Perusahaan Keramik untuk Kembangkan Ekonomi Kawasan Transmigrasi