"Betul dugaan awal anak SMAN 5 dan 2 (perselisihan hingga berujung penganiayaan)," ucap Riki.
Di lokasi kejadian, warga sekitar tampak masih shock. Adi (40), salah seorang saksi, mengaku tidak tahu persis bagaimana semua ini bermula. Saat dia dan warga lain datang, semuanya sudah terlambat.
"Sudah tergeletak, sudah meninggal dunia," kata Adi.
Dari cerita yang dia dengar, korban dan teman-temannya baru saja pulang bukber. Rombongan mereka besar, puluhan motor datang dari arah Ciumbuleuit. Korban diduga ada di barisan belakang.
"Katanya habis bukber, anak-anak SMA 5 tuh berapa puluh motor nggak tahu ya, cuman dari arah Ciumbuleuit ya turun ke sini. Nah, katanya sih ada anak-anak SMA 2 di sini. Nggak tahu gimana kejadianya tiba-tiba langsung gini. Nggak tahu yang pertama menjadi konflik tuh siapa, nggak tahu. Nggak tahu SMAN 2-nya, nggak tahu SMAN 5-nya," ungkap Adi panjang lebar.
Adi menambahkan, tubuh korban ditemukan persis di bawah sebuah pohon besar di pinggir jalan. "Saya lihat, badannya sudah tergeletak," kenangnya.
Melihat keadaan itu, Adi segera menghubungi polisi. Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung adalah yang pertama tiba, lalu disusul tim Inafis Satreskrim untuk olah TKP. Penyidikan terus berlanjut, sementara keluarga korban berduka.
Artikel Terkait
Taman Bendera Pusaka di Jakarta Resmi Dibuka 24 Jam
Korlantas: Arus Lalu Lintas Masih Lancar di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026
Pengantar Jenazah Amuk dan Tendang Bus Transjakarta di Tengah Kemacetan Depok
Pemberian Parsel Gibran ke Ahli Forensik Digital Rismon Picu Polemik