Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru Diresmikan, Menampilkan Patung Fatmawati yang Sedang Hamil

- Minggu, 15 Maret 2026 | 10:45 WIB
Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru Diresmikan, Menampilkan Patung Fatmawati yang Sedang Hamil

Jakarta Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, sebuah taman baru hadir di Kebayoran Baru. Taman Bendera Pusaka namanya, dan diresmikan Sabtu lalu, 14 Maret 2026. Yang langsung menarik perhatian adalah patung Fatmawati yang berdiri anggun di sana. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung dan menegaskan bahwa patung ini bukan sekadar hiasan.

“Seperti kita ketahui taman ini ada patung Ibu Fatmawati, karena bendera pusaka itu dibuat, dijahit oleh Ibu Fatmawati. Pematungnya adalah Pak Teguh. Beliau yang mematung, kemudian arsitekturnya adalah Pak Yori Antar,” ujar Pramono Anung di lokasi peresmian.

Bagi Pramono, kehadiran patung itu adalah simbol. Sebuah penghormatan mendalam pada sejarah perjuangan bangsa, khususnya untuk mengingatkan generasi muda yang sering nongkrong di ruang publik.

“Dengan menempatkan patung Fatmawati di area taman bendera pusaka ini, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa negara yang semua orang tahu bahwa beliau lah yang menjahit bendera pusaka ini,” jelasnya.

Ada satu detail menarik yang diungkapkannya. Rupanya, patung tersebut menggambarkan Fatmawati dalam kondisi mengandung putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra. “Dan saya juga baru tahu, patungnya Ibu dibuat dalam kondisi Ibu Fatmawati sedang hamil Mas Guntur. Nanti Ibu bisa merekam bagaimana bentuk patung Ibu Fatmawati yang sedang hamil Mas Guntur,” lanjut Pramono.

Peran Fatmawati memang tak kecil. Dialah yang menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih, yang pertama kali berkibar saat Proklamasi 17 Agustus 1945. Bendera itu bukan sekadar kain. Ia adalah identitas nasional, lambang kedaulatan negara kita.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar