Andreas bahkan menyampaikan kritik pedas. Keberadaan aparat, menurutnya, jadi tak ada gunanya jika gagal dalam kasus seperti ini.
"Percuma negara ini punya aparat kepolisian kalau tidak mampu menemukan dan mengungkap motif pelaku," tuturnya.
Lantas, bagaimana kejadiannya? Menurut informasi, Andrie diserang usai melakukan perekaman siniar di Kantor YLBHI. Topiknya cukup sensitif: “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.” Dua orang tak dikenal mendatanginya, lalu menyiramkan air keras.
Akibatnya parah. Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Tangan kanan dan kirinya, muka, dada, dan yang paling mengkhawatirkan, bagian matanya. Dari pemeriksaan medis, tercatat ada 24 titik luka bakar di tubuhnya. Sungguh mengerikan.
Artikel Terkait
Real Madrid Hantam Elche 4-1, Tekan Barcelona di Puncak Klasemen
Depok Liburkan CFD Dua Minggu Sambut Idulfitri
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Rp25.000 per Gram
TNI Hidupkan Kembali Jabatan Kepala Staf Teritorial Setelah 25 Tahun