Biskuit untuk bayi yang seharusnya kaya nutrisi, justru isinya lebih banyak gula dan tepung. Premiks campuran vitamin dan mineral juga dikurangi takarannya.
"Alhasil, kualitas gizinya jatuh. Harganya pun jadi lebih murah, tentu saja," tambah Asep.
Dampaknya dua kali lipat: negara dirugikan, dan para ibu hamil yang menerima bantuan tak merasakan manfaatnya. Masalah stunting tak teratasi, bahkan kesehatan ibu bisa terancam.
"Yang stunting tetap stunting. Ibu hamil juga jadi rentan. Kami sedang pertimbangkan untuk naikkan status ke penyidikan," ucapnya.
Berdasarkan informasi, penyelidikan kasus yang diduga terjadi antara 2016 hingga 2020 ini sudah berjalan sejak awal 2024. Namun sampai sekarang, KPK masih tutup rapat soal detail perkara. Asep menegaskan, semua masih dalam tahap penyelidikan awal.
"Statusnya masih lidik," tegasnya singkat.
Artikel Terkait
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka dengan Syarat Khusus
Politisi DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Andrie Yunus
Polisi Megamendung Amankan 30 Botol Miras dalam Patroli Ramadan
Amri/Nita Akui Masalah Konsistensi Usai Gagal ke Final Swiss Open