Tak cuma soal kepadatan, SMS blast juga akan menyampaikan info penting terkait kebijakan rekayasa lalu lintas. Misalnya, saat akan diterapkan sistem contraflow atau one way di ruas tol tertentu.
"SMS blast ini juga nanti akan digunakan ketika diskresi tentang manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan," kata Komjen Dedi.
Menurutnya, pemberitahuan akan dikirimkan sekitar dua jam sebelum rekayasa lalu lintas benar-benar diberlakukan. Jadi masyarakat punya cukup waktu untuk bersiap dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
"Misalnya dari kilometer 29 sampai kilometer 70 atau sampai kilometer Kalikangkung. Nah itu nanti akan diinformasikan kepada masyarakat secara lebih awal," terangnya.
Intinya, Polri ingin memastikan informasi sampai lebih cepat ke warga. Dengan begitu, perjalanan mudik pun diharapkan bisa lebih tertib dan nyaman bagi semua.
Artikel Terkait
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Dipulangkan dari Arab Saudi
Meta Luncurkan Fitur Balasan Otomatis AI untuk Penjual di Facebook Marketplace
Kapolri Ajak Ulama dan Tokoh Jatim Jaga Stabilitas Hadapi Dampak Konflik Global
Patung Fatmawati Sedang Hamil Diresmikan di Taman Bendera Pusaka Jakarta