Di sebuah stasiun kereta bawah tanah Manhattan yang sudah sunyi, tepat setelah tengah malam berlalu, Zohran Mamdani resmi memulai tugas barunya. Ia kini adalah Wali Kota New York City. Yang menarik, sumpah jabatannya diucapkan dengan meletakkan tangan di atas Al-Qur’an sebuah momen bersejarah.
“Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” ujar Mamdani, suaranya terdengar penuh keyakinan.
Pemilihan lokasi pelantikan itu sendiri bukan tanpa maksud. Stasiun yang sudah tak beroperasi itu sengaja dipilih, dan Mamdani punya alasan kuat di baliknya. Menurutnya, tempat itu adalah bukti nyata betapa transportasi umum punya peran sentral. “Ini bukti pentingnya transportasi umum bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan kota kita,” imbuhnya, menekankan komitmennya pada sistem publik.
Di sisi lain, momen pelantikan yang bertepatan dengan pergantian tahun itu ia manfaatkan untuk menyapa warganya. Suasana larut malam tak menyurutkan semangatnya.
“Selamat Tahun Baru untuk warga New York, baik yang berada di dalam terowongan ini maupun di atasnya,” serunya, menyisipkan harapan di awal tahun 2026.
Dengan pelantikan ini, Mamdani tak hanya sekadar memimpin. Ia juga mencetak sejarah sebagai Wali Kota muslim pertama di negara bagian New York. Sebuah lompatan yang patut dicatat, sekaligus tantangan besar yang menunggu di depannya.
Artikel Terkait
Istana Bantah Isu Menteri Keuangan Purbaya Mundur, Tegaskan Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Wakil Komisi IX DPR Apresiasi Moratorium Dapur Baru MBG, Minta Evaluasi dan Investigasi Keracunan Dibuka ke Publik
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.500 Meter dan Hujan Abu Landa Sejumlah Wilayah
Kebakaran di Gambir, Seorang Lansia Tewas dan Lima Luka Bakar